Meski berstatus pegawai ASN, pegawai KPK tak akan mendapatkan promosi

Contoh pegawai ASN P3K
lalu, seperti apa contoh pekerjaan yang berstatus sebagai ASN P3K itu? Salah satunya adalah pegawai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Status itu diatur dalam PP Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Aturan tersebut ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Juli 2020 dan diundangkan pada 27 Juli 2020.

Dengan demikian, maka pegawai KPK saat ini memiliki status kepegawaian yang sama dengan pegawai-pegawai lain dalam struktur pemerintahan Republik Indonesia, yakni sebagai ASN, namun terikat dalam sebuah perjanjian khusus (P3K).

Meski berstatus pegawai ASN, pegawai KPK tak akan mendapatkan promosi, mutasi, pengembangan karier, apalagi jaminan di hari tua. Dan tentunya tak akan mendapatkan pencairan gaji ke-13.

Kisah Idjon Djanbi, Bule Mualaf Asal Belanda yang Jadi Pendiri Kopassus

Pada masa 1950, Indonesia tengah sibuk memerangi pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Pemimpin Operasi Koloner Inf. A.E Kawilarang dan Komandan Penyerbuan Kolonel Inf. Slamet Riyadi merasa kewalahan menumpas gerakan separatis itu.

Slamet lalu melahirkan ide untuk membentuk kesatuan dengan konsep pemukul yang tangguh. Namun, Slamet tidak bisa menyaksikan ide mereka menjadi nyata, dirinya gugur ketika memimpin
https://www.felysbakery.com/ penyerbuan ke pusat pertahanan RMS di Fort Nieuw Victoria, Ambon.

Setelah menyelesaikan tugas menumpas RMS, Kawilarang teringat dengan gagasan membentuk pasukan khusus ketika melawan RMS. Pada 16 April 1952, dia mewujudkan gagasan itu dengan membentuk Kesatuan Komando Teritorium III (Koter III).

Kawilarang lalu membicarakan pembentukan pasukan khusus dengan stafnya, Mayor Soewarto. Mereka teringat dengan bekas anggota Korps Speciale Troepen (KST), Rokus Bernardus Visser yang tinggal di Cisarua, Lembang, Jawa Barat, sebagai petani bunga.

Visser ini adalah warga negara Belanda kelahiran Kanada pada 13 Mei 1914. Dirinya melakoni pertempuran dengan Jerman di usia 25 tahun. Ketika menjadi tentara Belanda, dirinya pernah ditugaskan Universitas dengan Biaya Termurah di Indonesia menjadi sopir Ratu Wilhelmina.

Setelah mengikuti latihan komando di Inggris, Visser bergabung dengan Koninklijke Leger (KL). Pengalaman tempurnya antara lain dalam Operasi Market Garden, operasi terjun payung ketika pasukan Sekutu membebaskan Belanda dari pendudukan Jerman.

Karena pengabdiannya, dia dikirim mengikuti pelatihan keahlian bertempur di Skotlandia. Visser memperoleh berbagai keahlian bertempur, seperti membunuh tanpa senjata, membunuh pengawal, penembakan tersembunyi,hingga perkelahian tangan kosong.